Banyak orang menganggap jika menancapkan charger secara terus-menerus saat memakai laptop pada kondisi baterai terpasang adalah wajar wajar saja. Karena menganggap notebook memiliki sirkuit proteksi yang otomatis memutuskan listrik saat baterai sudah penuh. Namun ternyata tidak sesimple itu, dan berikut ini penjelasannya:
I. Baterai Lithium sering overcharge. Meskipun notebook sekarang ada intelligent circuit-nya yang stop charging setelah baterai penuh, tp itu tidak benar-benar baterainya disconnect, melainkan hanya soft-switch. Dan masih ada arus yang mengalir melalui baterai tersebut. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini dilakukan untuk menjaga agar saat pasokan listrik dari kabel AC putus, baterai dapat langsung menggantikan secara instant.
Coba buktikan dengan mencabut listrik AC pada saat notebooknya hidup, switching ke baterai dilakukan dengan instant. Hal ini tidak dapat dilakukan jika baterai benar2 dalam kondisi off, karena diperlukan waktu untuk inisialisasi dan mengalirkan energinya yang walaupun hanya sekian detik, membuat notebook mati.
Dengan penggunaan model autoswitch, yakni sebenarnya setelah penuh dia tidak akan langsung putus, namun masih ada waktu beberapa detik hingga menit sebelum sirkuitnya benar2 bekerja untuk memutuskan aliran charging. Dan pada saat inilah overcharge terjadi.
II. Musuh kedua lithium adalah life cycle. Baterai lithium mempunyai life cycle tertentu dimana tiap kali charge kapasitasnya akan semakin berkurang.
III. Panas yang dikeluarkan oleh notebook. Saat baterai di charge dan di pakai secara bersamaan, panas yang dikeluarkan akan lebih besar karena ada 2 buah kondisi proses energi. Panas yang dihasilkan bisa hampir tidak terasa sampai terasa banget tergantung tipe laptop, padahal kita mengetahui panas berlebih adalah salah
satu musuh utama dari perangkat elektronik…
Memakai laptop dengan memasang baterai dan charger secara bersamaan dan terus menerus, dipastikan 1/2 tahun saja kapasitas baterai anda akan drop bisa cuman sisa tinggal 1/2 nya saja dari kapasitas awal. Dan ga sampai setahun baterai anda cuman bisa ksh listrik 5-10 menit sebelum laptop padam.
Berikut ini cara pemakaian baterai notebook yang benar:
Charge baterai hingga 95%an ( jangan sampai 100%), pakai hingga baterai mau habis 5-10% tergantung tipe laptop, ada laptop yang 15% sudah sekarat (laptop yang besar dan haus daya) ada juga yang 5% masih bisa dipakai (netbook). Baru colok lagi charger sambil dipakai. Dan ingat jika sudah hampir penuh (95%an) lepas charger.
Universal tips:
1. Jika memang harus memakai listrik luar, usahakan power managementnya di set untuk threshold switch ke eksternal power sourcenya cukup di 90% saja biar aman.
2. Usahakan untuk selalu memakai stabilizer/UPS jika ada, hal ini untuk menjaga jika ada kemungkinan terjadinya spike yang bisa merusak charger anda.
3. Jangan memakai aksesoris yang menghalangi aliran udara notebook.
Bahan dikutip dari Pak. Nanang MTI
Terima Kasih Semoga Bermanfaat
March 4, 2010
Categories: Information & Technology . . Author: aaroni . Comments: 1 Comment